"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label MEDULA TULANG. Show all posts
Showing posts with label MEDULA TULANG. Show all posts

Thursday, 5 July 2012

DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN OSTEOMIELITIS


OSTEOMIELITIS


BAB I
PENDAHULUAN
Sistem muskuloskeletal manusia merupakan jalinan berbagai jaringan, baik itu jaringan pengikat, tulang maupun otot yang saling berhubungan, sangat khusus, dan kompleks. Fungsi utama sistem ini adalah sebagai penyusun bentuk tubuh dan alat untuk bergerak. Oleh karena itu, jika terdapat kelainan pada sistem ini maka kedua fungsi tersebut juga akan terganggu. Infeksi muskuloskeletal merupakan penyakit yang umum terjadi; dapat melibatkan seluruh struktur dari sistem muskuloskeletal dan dapat berkembang menjadi penyakit yang berbahaya bahkan membahayakan jiwa.
Osteomielitis adalah infeksi tulang dan medulla tulang baik karena infeksi piogenik atau non-piogenik misalnya mikobakterium tuberkulosa.Osteomielitis biasanya terjadi bersamaan dengan fraktur tulang terbuka. Tetapi osteomielitis juga bisa terjadi secara spontan, atau dampak dari adanya bakteri pada peredaran darah yang sering disebut sebagai osteomielitis hematogenik.
Organisme penyebab yang paling umum adalah Staphylococcus, tetapi bakteri lainnya juga dapat menyebabkan osteomielitis. Infeksi lainnya yang jarang terjadi meliputi virus, jamur dan mikobakteria. Pada anak-anak tulang panjang yang sering terkena. Sedangkan pada dewasa, tulang belakang dan pelvis yang biasanya terinfeksi.
Osteomielitis dibagi menjadi kategori akut dan kronis. Walaupun pembagian waktu antara kategori yang satu dengan lainnya belum begitu jelas, sebagai aturan, infeksi dengan durasi sampai 3 bulan termasuk dalam kategori akut dan lebih dari 3 bulan termasuk dalam kategori kronis. Pada umumnya, osteomielitis akut berhubungan dengan penemuan gejala infeksi sistemik seperti demam, malaise, perubahan jumlah sel darah putih, erythrocyte sedimentation rate (ESR), dan C-reactive protein (CRP). Pada lokasi infeksi melunak dan pasien biasanya tidak mau menggerakkan ekstremitas yang terkena. Pasien dengan osteomielitis kronis tidak menunjukkan gejala sistemik. Mereka menunjukkan dengan pengeringan sinus, tulang nekrotik (sekuestrum) dikelilingi dengan tulang reaktif (involukrum).
Osteomielitis masih merupakan permasalahan di negara kita karena :
Tingkat higienis yang masih rendah dan pengertian mengenai pengobatan yang belum baik
Diagnosis yang sering terlambat sehingga biasanya berakhir dengan osteomielitis kronis
Fasilitas diagnostic yang belum memadai di puskesmas-puskesmas
Angka kejadian tuberculosis di Indonesia pada saat ini masih tinggi sehingga kasus-kasus tuberculosis tulang dan sendi juga masih tinggi
Pengobatan osteomielitis memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang tinggi
Banyaknya penderita dengan fraktur terbuka yang datang terlambat dan biasanya datang dengan komplikasi osteomielitis
Dengan diagnosis dini dan obat-obat antibiotic/tuberkulostatik yang ada pada saat ini, angka kejadian osteomielitis diharapkan berkurang