"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label CIDERA. Show all posts
Showing posts with label CIDERA. Show all posts

Wednesday, 8 October 2014

ALGORITMA PENATALAKSANAAN CIDERA KEPALA/ HEAD INJURY

BAB I
PENDAHULUAN
           saya herry setya yudha utama mencoba menyajikan tulisan ini untuk masyarakat. Di negara berkembang seperti Indonesia, seiring dengan kemajuan teknologi dan pembangunan, frekuensinya cenderung makin meningkat. Cedera kepala berperan pada hampir separuh dari seluruh kematian akibat trauma, mengingat bahwa kepala merupakan bagian yang tersering dan rentan terlibat dalam suatu kecelakaan. Kasus cedera kepala terutama melibatkan kelompok usia produktif, yaitu antara 15-44 tahun dan lebih didominasi oleh kaum laki-laki dibandingkan perempuan. Penyebab tersering adalah kecelakaan lalu lintas dan disusul dengan kasus jatuh terutama pada kelompok usia anak-anak.
Trauma capitis adalah cedera pada kepala yang dapat melibatkan seluruh struktur lapisan, mulai dari lapisan kulit kepala atau tingkat yang paling  “ringan”, tulang tengkorak, duramater, vaskuler otak, sampai jaringan otaknya sendiri; baik berupa luka yang tertutup, maupun trauma tembus.
Untuk rujukan penderita cedera kepala, perlu dicantumkan informasi penting seperti: umur penderita, waktu, mekanisme cedera, status respiratorik dan kardiovaskuler, pemeriksaan minineurologis (GCS) terutama nilai respon motorik dan reaksi cahaya pupil, adanya cedera penyerta, dan hasil CT Scan.
            Pada penderita harus diperhatikan pernafasan, peredaran darah umum dan kesadaran, sehingga tindakan resusitasi, anmnesa dan pemeriksaan fisik umum dan neurologist harus dilakukan secara serentak.  Tingkat keparahan cedera kepala harus segera ditentukan pada saat pasien tiba di Rumah Sakit.


Wednesday, 18 July 2012

CIDERA KEPALA DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN / DIAGNOSIS AND TREATMENT OF HEAD INJURY


BAB I
PENDAHULUAN

            Cedera kepala atau yang disebut dengan trauma kapitis adalah ruda paksa tumpul/ tajam pada kepala atau wajah yang berakibat disfungsi cerebral sementara. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama pada kelompok usia produktif, dan sebagian besar disebabkan karena kecelakaan lalu lintas.
            Adapun pembagian trauma kapitis ada lima, yaitu Simple head injury, Commotio cerebri, Contusion cerebri, Laceratio cerebri, dan Basis cranii fracture. Simple head injury dan Commotio cerebri sekarang digolongkan sebagai cedera kepala ringan. Sedangkan Contusio cerebri dan Laceratio cerebri digolongkan sebagai cedera kepala berat.
            Pada penderita cedera kepala harus diperhatikan pernafasan, peredaran darah, keadaan umum dan kesadaran. Tindakan resusitasi, anamnesa dan pemeriksaan fisik umum serta pemeriksaan neurologis harus dilakukan secara serentak. Tingkat keparahan cedera kepala harus segera ditentukan pada saat pasien tiba di Rumah Sakit.





BAB II
CEDERA KEPALA

2.1.   Anatomi
a.      Kulit Kepala
Kulit kepala terdiri dari 5 lapisan yang disebut SCALP yaitu; skin atau kulit, connective tissue atau jaringan penyambung, aponeurosis atau galea aponeurotika, loose connective tissue atau jaringan penunjang longgar dan pericranium.
b.      Tulang Tengkorak
Gambar 1. Tulang tengkorak