Pendahuluan
Saya herry setya yudha utama mencoba menyuguhkan tulisan. Kemajuan
dalam pengetahuan dan teknologi dalam perkembangan imunologi, membawa sebuah
proses dalam deteksi dini kanker. Juga sebagai pendeteksi diagnosis, memantau
perkembangan kanker, dan penentuan prognosis. Identifikasi kandungan dari tumor
dapat membantu diagnosis dan memprediksi penyebab penyakit.
Dengan
kemajuan perkembangan labratorium teknologi dan kemajuan bioteknologi, sekarang
dapat mendeketksi marker sebuah kegananasan. Tidak hanya dari jaringan sekitar
kanker dapat juga hingga mendeteksi hingga bagian sel.
Karena
gejala klinis dari kanker dimulai dari pertumbuhan sell yang tidak terkontrol,
kanker disebut sebagai penyakit sel atau jaringan dengan cirri khas pertumbuhan
yang tidak terkontrol dimana dapat menginfiltrasi jaringan maupun organ
sekitar, namun sekarang kanker disetujui disebabkan oleh karena akumulasi dari
mutasi beberapa gen. Serologi tumor marker didefinisikan sebagai produk dari
tumor pada darah dimana menunjukan dari refleksi dari massa tumor pada tubuh.
DEFINISI
Pada
transformasi malignan, setiap pembelah sel akan menghasil sel malignan yang
baru. Pada proses ini, sel malignan membutuhkan beberapa unsur baru yang
membedakan mereka dengan sel nonmalignan dari origin yang sama. Unsur yang
dibutuhkan dapat berupa perubahan pada morfologi selular, fisiologi, atau
perubahan pada pertumbuhan sel. Perbedaan antara sel normal dengan malignan ini
dapat dijadikan kunci mendeteksi sel malignan.Dengan adanya hal ini, lahirlah
istilah tumor marker.Tumor marker adalah substansi yang
dideteksi pada proses tersebut.
Nyatanya,
perbedaan antara sel tumor dengan normal muncul dalam tingkat yang
berbeda-beda. Adanya hal ini membuat variasi pada tumor marker yang beragam untuk menggambarkan berbagai substansi
dan proses selular yang beranekaragam. Akibatnya, antigen membran, hormon,
enzim, poliamin, nukleosida, produk onkogen, produk tumor suppressor genes, atau ploidi DNA dan propors sel dalam fase
S di siklus hidup (aktivitas proliferatif) dapat digolongkan sebagai tumor marker. Bidang yang berbeda pada
onkologi menggunakan tumor marker yang
berbeda bergantung pada kebutuhan dan teknik follow up. Misalnya, tumor
marker pada onkologi klinik berbeda pada biologi molekular, berbeda pula
untuk imunohistokimia untuk fisiologi. Penggunaan tumor marker didasarkan pada sensitivitas dan spesifisitas marker dan kemampuan metode lain yang
dapat digunakan untuk tujuan yang sama