ROBOTIC SURGERY ini beberapa bagian tulisan saya herry setya yudha utama, dokter spesialis / ahli bedah setelah merangkum dari beberapa pustaka
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar……………………………………………………………………………... 1
Daftar
Isi…………………………………………………………………………………… 2
BAB I Pendahuluan………………………………………………………………...… 3
BAB II Tinjauan
Pustaka..…………………………………………………………….. 5
II.1 Sejarah Robotic Surgery………………………………………………….. 7
II.2 Kelebihan dan Kelemahan Robotic Surgery……………………………... 10
II.3 Aplikasi Robotic Surgery………………………………………………… 12
BAB III Kesimpulan……………………………………………………………………
21
BAB IV Daftar
Pustaka……………………………………………………………….... 22
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam
beberapa dasawarsa terakhir ilmu kedokteran, termasuk ilmu bedah, telah
mengalami perkembangan yang eksponensial dengan dampak yang makin luas dan
mendalam. Biasanya ilmu bedah berkembang secara evolusioner, tetapi dalam
sejarahnya, tercatat beberapa peristiwa revolusioner, seperti teknik antisepsis
operasi, penggunaan antibiotika serta perkembangan anestesia umum yang nyaman
dan aman. Pada masa kini, ilmu bedah cenderung menjadi makin spesialistik,
makin banyak menggunakan pendekatan konservatif dan invasive minimal.
Hamoir
semua bedah invasif minimal berawal dari format gambar digital. Satava “Surgery in the future will no longer be
about blood and guts, rather it will be about bits and bytes”. Robot
berfungsi di kamar bedah, tidak untuk menggantikan ahli bedah tetapi untuk
membantunya melakukan tugas rutin dan menjemukan. Selain itu, robot dapat
meningkatkan keterampilan dan ketelitian ahli bedah, umpamanya merencanakan
garis-garis irisan. Ketelitian mengebor tulang femur untuk pemasangan
prosthesis pinggul menggunakan robot dapat ditingkatkan dari 22% menjadi 98%.
Kenaikan biaya operasi dengan menggunakan robot di kamar operasi masih dapat
diterima melihat peningkatan mutu operasi. Tindakan ahli bedah dapat dilakukan
dengan robotic interphase sehingga
menghilangkan tremor dan gerakan gambar. Cara ini telah digunakan secara
memuaskan pada operasi yang sangat halus seperti reanastomosis tuba fallopi dan
operasi bypass arteri koroner
jantung. Ilmuwan di California Institute of Technology mengembangkan RAMS (robot assisted micro-surgery), suatu micro-dexterity platform yang digunakan
pada pembedahan otak, mata, THT, dan tangan. Di Indonesia, robot telah
digunakan pada operasi koreksi miopi mata dengan LASIK (laser assisted in-situ keratomileusis).