"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label TESTICULAR TORSION. Show all posts
Showing posts with label TESTICULAR TORSION. Show all posts

Saturday, 24 March 2012

DIAGNOSA DAN PENANGANAN TORSIO TESTIS / TESTICULAR TORSION




TORSIO TESTIS / TESTICAL TORSION


 DAFTAR ISI

Bab I
Pendahuluan……………………………………………………………………….1

Bab II
            Pembahasan
                        Definisi……………………………………………………………………..…….3
                        Etiologi……………………………………………………………………..…….4
                        Gambaran Klinis………………………………………………………...6
                        Pemeriksaan Fisik………………………………………………………..7
                        Pemeriksaan Penunjang…………………………………………………8
                        Diagnosis………………………………………………………………………..11
                        Diagnosis Banding………………………………………………………13
                        Penatalaksanaan…………………………………………………………………16
                        Komplikasi………………………………………………………………………20

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………...21






                                                     BAB I
PENDAHULUAN

Kelainan testis yang cukup sering salah satunya adalah torsio testis ini. Sehingga perlu adanya pembahasan yang lebih terperinci.

Secara anatomi ,Testis adalah organ genitalia pria yang teletak di skrotum. Ukuran tetstis pada orang dewasa adalah 4 x 3 x 2.5 cm. dengan volume 15-25 ml berbentuk ovoid. Kedua buah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis. Di luar tunika albugine terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis, serta tunika dartos. Otot kremaster yang berada disekitar testis memungkinkan testis untuk dapat digerakkan mendekati rongga abdomen untuk mempertahankan temperature testis agar tetap stabil.

Secara histopatologis, testis terdiri atas ± 250 lobuli dan tiap lobulus terdiri atas tubuli seminiferi. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel spermatogonia dan sel Sertoli, sedang di antara tubuli seminiferi terdapat sel-sel Leydig. Sel-sel spermatogonium pada proses spermatogenesis menjadi sel-sel spermatozoa. Sel-sel Sertoli berfungsi memberi makan pada bakal sperma, sedangkan sel-sel Leydig atau disebut sel-sel interstisial testis berfungsi dalam menghasilkan hormone testosterone.

Sel-sel spermatozoa yang diproduksi di tubuli seminiferi testis disimpan dan mengalami pematangan/maturasi di epididimis. Setelah matur (dewasa) sel-sel spermatozoa bersama-sama dengan getah dari epididimis dan vas deferens disalurkan menuju ke ampula vas deferens. Sel-sel itu setelah bercampur dengan cairan-cairan dari epididimis, vas deferens dan vesikula seminalis, serta cairan prostate, membentuk cairan semen atau mani.

Testis mendapat darah dari beberapa cabang arteri, yaitu arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta, arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior, dan arteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika. Pembuluh vena yang meninggalkan testis berkumpul meninggalkan testis berkumpul membentuk pleksus Pampiniformis. Pleksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi dan dikenal sebagai varikokel. (2)









 


Monday, 13 February 2012

TORSIO TESTIS / TESTICULAR TORSION


CHAPTER I
INTRODUCTION
Testicular abnormalities are quite often one of them is this testicle torsion. Thus the need for a more detailed discussion.
In anatomy, testis is the male genital organ teletak in the scrotum. Tetstis size in adults is 4 x 3 x 2.5 cm. with ovoid-shaped volume of 15-25 ml. Both pieces of testicular tissue enveloped by the tunica albuginea are attached to the testis. Outside there albugine tunica vaginalis tunica composed of visceral and parietal layers, and the tunica dartos. Kremaster muscles that surround the testes allow the testes to the abdominal cavity can be driven approach for maintaining testicular temperature to remain stable.
In histopathologic, testis lobuli consist of ± 250, and each lobule consists of seminiferi tubule. In the seminiferous tubules contained spermatogonia cells and Sertoli cells, being in between there seminiferi tubule Leydig cells. Spermatogonial cells in the process of spermatogenesis to sperm cells. Sertoli cells would serve to feed the sperm, whereas the Leydig cells called interstitial cells of testis function in producing hormone testosterone.
Sperm cells are produced in the testis tubule seminiferi stored and maturation / maturation in the epididymis. Once mature (adult) sperm cells together with the sap of the epididymis and vas deferens is channeled toward the ampulla vas deferens. The cells after mixing with fluids from the epididymis, vas deferens and seminal vesicles, and prostate fluid, semen or seminal fluid form.
Testicular blood received from several branches of the artery, internal spermatic artery is a branch of the aorta, the artery deferensialis branch of the inferior vesical artery, and arteries that branch kremasterika epigastric artery. The left testicular vein left testis converge to form assembled pampiniform plexus. Plexus is dilated in some people and is known as varicocele. (2)
 


Thursday, 1 December 2011

TORSIO TESTIS / TESTICULAR TORSION

BAB I
PENDAHULUAN
Kelainan testis yang cukup sering salah satunya adalah torsio testis ini. Sehingga perlu adanya pembahasan yang lebih terperinci.
Secara anatomi ,Testis adalah organ genitalia pria yang teletak di skrotum. Ukuran tetstis pada orang dewasa adalah 4 x 3 x 2.5 cm. dengan volume 15-25 ml berbentuk ovoid. Kedua buah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis. Di luar tunika albugine terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis, serta tunika dartos. Otot kremaster yang berada disekitar testis memungkinkan testis untuk dapat digerakkan mendekati rongga abdomen untuk mempertahankan temperature testis agar tetap stabil.
Secara histopatologis, testis terdiri atas ± 250 lobuli dan tiap lobulus terdiri atas tubuli seminiferi. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel spermatogonia dan sel Sertoli, sedang di antara tubuli seminiferi terdapat sel-sel Leydig. Sel-sel spermatogonium pada proses spermatogenesis menjadi sel-sel spermatozoa. Sel-sel Sertoli berfungsi memberi makan pada bakal sperma, sedangkan sel-sel Leydig atau disebut sel-sel interstisial testis berfungsi dalam menghasilkan hormone testosterone.
Sel-sel spermatozoa yang diproduksi di tubuli seminiferi testis disimpan dan mengalami pematangan/maturasi di epididimis. Setelah matur (dewasa) sel-sel spermatozoa bersama-sama dengan getah dari epididimis dan vas deferens disalurkan menuju ke ampula vas deferens. Sel-sel itu setelah bercampur dengan cairan-cairan dari epididimis, vas deferens dan vesikula seminalis, serta cairan prostate, membentuk cairan semen atau mani.
Testis mendapat darah dari beberapa cabang arteri, yaitu arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta, arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior, dan arteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika. Pembuluh vena yang meninggalkan testis berkumpul meninggalkan testis berkumpul membentuk pleksus Pampiniformis. Pleksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi dan dikenal sebagai varikokel. (2)