"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label PENDAHULUAN. Show all posts
Showing posts with label PENDAHULUAN. Show all posts

Tuesday, 3 September 2013

LITERATUR REVIEW mengenal tumor marker terkini dan aplikasinya dalam klinis by HERRY SETYA YUDHA UTAMA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan yang berjudul “Pemeriksaan Tmor marker terkini dan aplikasinya”. sering diperlukan dalam praktik dokter sehari hari , mudah mudahan bermanfaat

Pendahuluan
Kemajuan dalam pengetahuan dan teknologi dalam perkembangan imunologi, membawa sebuah proses dalam deteksi dini kanker. Juga sebagai pendeteksi diagnosis, memantau perkembangan kanker, dan penentuan prognosis. Identifikasi kandungan dari tumor dapat membantu diagnosis dan memprediksi penyebab penyakit.
Dengan kemajuan perkembangan labratorium teknologi dan kemajuan bioteknologi, sekarang dapat mendeketksi marker sebuah kegananasan. Tidak hanya dari jaringan sekitar kanker dapat juga hingga mendeteksi hingga bagian sel.
Karena gejala klinis dari kanker dimulai dari pertumbuhan sell yang tidak terkontrol, kanker disebut sebagai penyakit sel atau jaringan dengan cirri khas pertumbuhan yang tidak terkontrol dimana dapat menginfiltrasi jaringan maupun organ sekitar, namun sekarang kanker disetujui disebabkan oleh karena akumulasi dari mutasi beberapa gen. Serologi tumor marker didefinisikan sebagai produk dari tumor pada darah dimana menunjukan dari refleksi dari massa tumor pada tubuh.

Tuesday, 10 July 2012

KELAINAN PADA KULIT (skin disorders)


BAB I
PENDAHULUAN

Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa 1,5 m2 dengan berat kira-kira 15 % berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, seks, ras dan juga bergantung pada lokasi tubuh.
Kulit paling tipis di kelopak mata, penis, labium minor dan bagian medial lengan atas; sedangkan kulit tebal terdapat di telapak tangan dan kaki, punggung, bahu dan bokong. Organ tambahan (apendiks) kulitpun berbeda menurut tempatnya. Kelenjar sebasea paling banyak terdapat di muka, tetapi tidak ada di telapak kaki atau tangan, sementara kelenjar keringat terdapat di seluruh tubuh. Asam laktat dalam keringat dan asam amino hasil keratinisasi mempertahankan PH permukaan kulit antara 4-6 sehingga pertumbuhan bakteri terhambat. Namun beberapa jenis sterptokokus dan stafilokokus hidup komensal di kulit. Bakteri tersebut berada di lapisa keratin, muara rambut serta kelenjar sebasea.
Selain sebaga pelindung terhadap cedera fisik, kekeringan, zat kimia, kuman penyakit dan radiasi, kulit juga berfungsi sebagai pengindera, pengatur suhu tubuh dan ikut mengatur peredaran darah. Pengaturan suhu dimungkinkan oleh adanya jaringan kapiler yang luas di dermis (vasodilatasi dan vasokonstriksi), adanya lemak subkutan dan kelenjar keringat. Keringat yang menguap di kulit akan melepaskan panas tubuh yang dibawa ke permukaan oleh kapiler. Berkeringat ini juga menyebabkan tubuh kehilangan air, yang dapat mencapai beberapa liter sehari. Faal perasa dan peraba dijalankan oleh ujung saraf sensoris VaterPacini, meissner, krause dan ruffini yang terdapat di dermis.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. ANATOMI KULIT
Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan utama yaitu :
1. Lapisan epidermis atau kutikel
2. Lapisan dermis (Korium, kutis vera, true skin)
3. Lapisan subkutis (hipodermis)
Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis, subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adanya seldan jaringan lemak.

1. Lapisan Epidermis


Gambar 1.  Lapisan Epidermis