"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label REVIEW. Show all posts
Showing posts with label REVIEW. Show all posts

Tuesday, 3 September 2013

LITERATUR REVIEW mengenal tumor marker terkini dan aplikasinya dalam klinis by HERRY SETYA YUDHA UTAMA

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan yang berjudul “Pemeriksaan Tmor marker terkini dan aplikasinya”. sering diperlukan dalam praktik dokter sehari hari , mudah mudahan bermanfaat

Pendahuluan
Kemajuan dalam pengetahuan dan teknologi dalam perkembangan imunologi, membawa sebuah proses dalam deteksi dini kanker. Juga sebagai pendeteksi diagnosis, memantau perkembangan kanker, dan penentuan prognosis. Identifikasi kandungan dari tumor dapat membantu diagnosis dan memprediksi penyebab penyakit.
Dengan kemajuan perkembangan labratorium teknologi dan kemajuan bioteknologi, sekarang dapat mendeketksi marker sebuah kegananasan. Tidak hanya dari jaringan sekitar kanker dapat juga hingga mendeteksi hingga bagian sel.
Karena gejala klinis dari kanker dimulai dari pertumbuhan sell yang tidak terkontrol, kanker disebut sebagai penyakit sel atau jaringan dengan cirri khas pertumbuhan yang tidak terkontrol dimana dapat menginfiltrasi jaringan maupun organ sekitar, namun sekarang kanker disetujui disebabkan oleh karena akumulasi dari mutasi beberapa gen. Serologi tumor marker didefinisikan sebagai produk dari tumor pada darah dimana menunjukan dari refleksi dari massa tumor pada tubuh.

Monday, 2 September 2013

mengenal hydrocele testis , diagnosa dan penanganan

Untuk serie sekarang disajikan tentang hydrocele / hidrokel testis yang sering dijumpai pada praktek dokter  spesialis bedah sehari hari  ini merupakan literatur review dari berbagai sumber, salam kenal  herry setya yudha utama

I.   PENDAHULUAN
            Tunika vaginalis di skrotum sekitar testis normalnya tidak teraba, kecuali bila mengandung cairan membentuk hidrokel, yang jelas bersifat diafan (tembus cahaya) pada transiluminasi. Jika tidak dapat ditemukan karena besarnya hidrokel, testis harus dicari di sebelah dorsal karena testis terletak di ventral epididimis sehingga tunika vaginalis berada di sebelah depan. Bila ada hidrokel, testis dengan epididimis terdorong ke dorsal oleh ruang tunika vaginalis yang membesar. Hidrokel testis mungkin kecil atau mungkin besar sekali.
            Hidrokel bisa disebabkan oleh rangsangan patologik seperti radang atau tumor testis. Hidrokel dapat dikosongkan dengan pungsi, tetapi sering kambuh kembali. Pada operasi, sebagian besar dinding dikeluarkan. Kadang ditemukan hidrokel terbatas di funikulus spermatikus yang berasal dari sisa tunika vaginalis di dalam funikulus; benjolan tersebut jelas terbatas dan bersifat diafan pada transiluminasi. Pada pungsi didapatkan cairan jernih.
            Jarang sekali ditemukan benjolan diafan di funikulus yang dapat dihilangkan dengan tekanan, sedangkan memberikan kesan terbatas jelas di sebelah kranial. Bila demikian, terdapat tunika vaginalis yang berhubungan melalui saluran sempit dengan rongga perut dan berisi cairan rongga perut. Hernia inguinalis lateralis atau indirek yang mengandung sedikit cairan rongga perut ini kadang diberikan nama salah hidrokel komunikans. Karena hubungan dengan rongga perut terlalu sempit sekali. Kelainan ini memberi kesan hidrokel funikulus; “kantong” hernia ini tidak dapat dimasuki usus atau omentum.




II.1 ANATOMI TESTIS
            Testis adalah organ genitalia pria yang terletak di skrotum. Ukuran testis pada orang dewasa adalah 4x3x2,5 cm dengan volume 15-25 ml berbentuk ovoid kedua buah terstis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis. Diluar tunika albuginea terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis, serta tunika dartos. Otot kremaster yang berada disekitar testis memungkinkan testis dapat digerakkan mendekati rongga abdomen untuk mempertahankan temperatur testis agar tetap stabil.

                   Gambar 1. Anatomi Testis Normal
            Secara histopatologis, testis terdiri atas kurang lebih 250 lobuli dan tiap lobulus terdiri atas tubuli seminiferi. Didalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel spermatogenia dan sel Sertoli, sedang diantara tubulus seminiferi terdapat sel-sel Leydig. Sel-sel spermatogenia pada proses spermatogenesis menjadi sel spermatozoa. Sel-sel Sertoli berfungsi memberi makanan pada bakal sperma, sedangkan sel-sel Leydig atau disebut sel interstisial testis berfungsi dalam menghasilkan hormon testosteron.

Saturday, 15 June 2013

CASE REPORT AND LITERATUR REVIEW : PROSTATIC CARCINOMA

Case  report

I.       IDENTITY

Name                           : Mr. M
Age                              :  62years
Gender                         :  Man
Religion                       :  Islam
Address                       :  Arjawinangun

II.     ANAMNESIS (Autoanamnesis  and Alloanamnesis)
Main complaint                 : Can not urinate
Additional complaints      : Pain when urinating
                                          Sometimes bloody piss
History Disease Now:
Patients come to hospitals with complaints Arjawinangun could not urinate since ± 2 days SMRs. The patient began to feel the disturbance BAK since ± 2 months SMRs. When you wish to urinat patient should wait longer straining and new urine out. Clear yellow urine with poor stream but not branched and sometimes stops then out again and sometimes blood-tinged miksion. After sometimes there dripping urine and his bladder patients often feel incomplete. Low back pain, leg pain, a sense of twisting, bladder stones, pubic pain threshold when urinating, fever, raised lump in the groin and rectal bleeding accompanied denied. Patients also denies decreased appetite and weight loss dramatically over bladder disorders arise. smoothly.
Past history of disease:
- Diabetes history indisputably
- History of high blood pressure is recognized
Family history of disease:
No family member who suffers from the same disease as the patient

III.    PHYSICAL EXAMINATION

Generalists status


Friday, 2 November 2012

BREAST CANCER AT AGLANCE



INTRODUCTION
1.1. Background
Breast cancer is a malignant tumor derived from cells located in the breast. -Lobular breast consists of lobules, ducts, fatty and connective tissue, blood and lymph vessels. In general, cancer originating from the cells contained in the ducts, some of which came from the lobular and other tissues.
Breast cancer is a malignancy that affects nearly one-third of all malignancy found in women. Breast cancer is also the second leading cause of death after cervical cancer in women as well as occupying the highest incidence of all malignancies. Each year, more than one million new cases of breast cancer are diagnosed worldwide, and nearly 400,000 people will die from the disease. By 2003, breast cancer is the cancer with the highest incidence of 2 in Indonesia and there is a trend from year to year, the incidence is increasing, and as well as in western countries. The incidence of breast cancer in the United States 92/100.000 women per year with a high mortality 27/100.000 or 18% of the deaths were found in women. In Indonesia by "Pathological Based Registration" relative incidence of breast cancer has 11.5%. Indonesia has the incidence is estimated at a minimum of 20,000 new cases per year; with the fact that over 50% of cases are still in the advanced stages.
There are so many risk factors that can lead to the development of breast cancer. Statistically the risk of breast cancer in women increased in nullipara, early menarche, late menopause and in women who are pregnant her first child at the age of 30 years. A total of less than 1% of breast cancers occur in less than 25 years of age, after the age of 39 years the incidence increased rapidly. The highest incidence is found in the age of 45-50 years. While breast cancer in men in the epidemiology of less than 1% of all breast cancers.

Tuesday, 28 August 2012

LITERATUR REVIEW : Penatalaksanaan Trauma Spinal dan Cedera Cervikal


Penatalaksanaan Trauma Spinal dan Cedera Cervikal

II. 1. ANATOMI
Tulang belakang manusia adalah pilar atau tiang yang berfungsi sebagai penyangga tubuh dan melindungi sumsum tulang belakang. Pilar itu terdiri atas 33 ruas tulang belakang yang tersusun secara segmental yang terdiri atas 7 ruas tulang servikal (vertebra servikalis), 12 ruas tulang torakal (vertebra torakalis), 5 ruas tulang lumbal (vertebra lumbalis), 5 ruas tulang sakral yang menyatu (vertebra sakral), dan 4 ruas tulang ekor (vertebra koksigea). Setiap ruas tulang belakang dapat bergerak satu dengan yang lain oleh karena adanya dua sendi di posterolateral dan diskus intervertebralis di anterior. Pada pandangan dari samping pilar tulang belakang membentuk lengkungan atau lordosis di daerah servikal, torakal dan lumbal. Keseluruhan vertebra maupun masing-masing tulang vertebra berikut diskus intervertebralisnya bukanlah merupakan satu struktur yang mampu melenting, melainkan satu kesatuan yang kokoh dengan diskus yang memungkinkan gerakan antar korpus ruas tulang belakang. Lingkup gerak sendi pada vertebra servikal adalah yang terbesar. Vertebra torakal berlingkup gerak sedikit karena adanya tulang rusuk yang membentuk toraks, sedangkan vertebra lumbal mempunyai ruang lingkup gerak yang lebih besar dari torakal tetapi makin ke bawah lingkup geraknya makin kecil.
4, 5
Secara umum struktur tulang belakang tersusun atas tiga kolom, yaitu :
1.      Kolom anterior, terdiri atas ligamentum longitudinal anterior, dua per tiga corpus vertebra, dan diskus intervertebralis bagian anterior
2.      Middle column, terdiri atas corpus vertebrae bagian posterior, diskus intervertebralis bagian posterior, ligamentum longitudinal posterior, ligamentum lateral
3.      Kolom posterior, terdiri atas pedikel, lamina dan prosesus spinosus, ligamentum flavum, ligamentum interspinosus, ligamentum supraspinosus, serta kapsul sendi.