"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label SUNSET FENOMEN. Show all posts
Showing posts with label SUNSET FENOMEN. Show all posts

Tuesday, 20 March 2012

KELAINAN KONGENITAL PADA SUSUNAN SARAF PUSAT DAN VERTEBRAE (CENTRAL NERVOUS SYSTEM AND VERTEBRAE CONGENITAL DISORDERS)


                                                                            BAB I
                                                PERKEMBANGAN DAN ANOMALI SSP

Patogenesis malformasi SSP belum sepenuhnya  diketahui. Perlu untuk mengerti tahap perkembangan SSP saat  dimana anomali mungkin berkembang. Karena  tahap perkembangan SSP memakan waktu  panjang, sejak tahap awal pembentukan tabung neural hingga perinatal, kelainan organogenesis akan menyebabkan malformasi serebral yang sangat berragam. Kebanyakan  anomali  morfologis terjadi selama 8 minggu tahap  embrionik.  Secara umum semakin dini kelainan terjadi,  makin berat malformasinya.
Perkembangan normal diklasifikasikan kedalam empat tingkat, dan malformasi mungkin terjadi pada setiap tahap.

Proses Induktif Primer (Tahap Pertama)

Perubahan  berikut  terjadi pada minggu  gestasi  kedua hingga keenam:
a. Minggu kedua
Mesoderm menginduksi ektoderm sekitarnya membentuk pelat neural.
b. Minggu ketiga 
Mesoderm menginduksi pelat neural untuk membentuk forebrain, dan entoderm  foregut  membentuk muka. Tepi lateral pelat neural membentuk lipatan  neural yang bersatu kearah  dorsal  membentuk tabung neural. Kegagalan lipatan neural bersatu kearah dorsal berakibat disrafia dan menyebabkan  anensefali, ensefalomeningosel dan meningosel, malforma si  Arnold-Chiari dengan rakhiskhisis spinal,  serta keadaan lain.
c. Minggu keempat 
Gelembung prosensefalik,  metensefalik,  dan rombensefalik berkembang dari tabung  neural.
d. Minggu kelima 
Telensefalon dan diensefalon  berkembang dari garis fusi dorsal dari prosensefalon. Telensefalon meluas kelateral membentuk hemisfer serebral. Kegagalan mesoderm berinteraksi dengan entoderm dan ektoderm mencegah  ekspansi bilateral telensefa  lon serta formasi normal diensefalon. Konsekuensinya terbentuk holoprosensefali dan anomali fasial seperti siklopia, ethmosefali, sebosefali, bibir bercelah dan langit-langit bercelah.
e. Minggu keenam 
Pelat komisural dibentuk sebelah  medial  dari telensefalon sebagai bentuk primitif dari korpus kalosum. Gangguan pembentukan pelat komisural berakibat agenesis korpus kalosum.