"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label PASIEN. Show all posts
Showing posts with label PASIEN. Show all posts

Monday, 27 April 2015

HAK-HAK KEWAJIBAN PASIEN OLEH HERRY SETYA YUDHA UTAMA

HAK-HAK PASIEN
( Dirjen pelayanan medic nomor : YM.02.04.3.5.2504 tanggal 10 Juni 1997 )
Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien
1.     Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku dirumah sakit
2.     Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur
3.     Pasien berhak memperoleh pelayanan medis yang bermutu sesuai standar tanpa diskriminasi
4.     Pasien berhak memperoleh asuhan keperawatan sesuai standar profesi keperawatan
5.     Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di rumah sakit
6.     Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat klinis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar
7.     Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya dengan sepengatahuan dari dokter yang merawatnya
8.     Pasien berhak atas keleluasaan pribadi “privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya

Friday, 24 October 2014

UPDATE DISPLASIA MAMMAE DAN PENATALAKSANAAN

DISPLASIA MAMMAE


Dr. Herry Setya Yudha Utama, SpB., FInaCS, MHKes, ICS



DAFTAR ISI
Lembar pengesahan………………………………………………………………………………..i
Daftar isi………………………………………………………………………………………….ii
BAB I.                        PENDAHULUAN…………………………………………………………….......1
BAB II.           TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………………..3
BAB III.          KESIMPULAN…………………………………………………………………..10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………11






















BAB I
PENDAHULUAN

Penyakit fibrokistik merupakan kelainan payudara yang paling sering ditemukan pada wanita dan biasanya didapatkan pada wanita pada usia dekade 3 – 4. Penyakit fibrokistik lebih tepat di sebut kelainan fibrokistik. Pasien biasanya datang dengan keluhan pembesaran multipel dan sering kali payudara yang menstruasi di sertai pada rasa nyeri payudara bilateral terutama menjelang menstruasi. Ukuran dapat berubah yaitu menjelang menstruasi terasa lebih besar dan penuh dan rasa sakit bertambah, bila setelah menstruasi maka sakit hilang / berkurang dan tumor pun mengecil.(1-3)
Kelainan fibrokistik ini di sebut juga mastitis kronis kistik, hiperplasia kistik, mastopatia kistik, displasia payudara dan banyak nama lainnya. Istilah yang bermacam-macam ini menunjukkan proses epitelial jinak yang terjadi amat beragam dengan gambaran histopatologis maupun klinis yang bermacam-macam pula.(1-3)
Scanlon mendefinisikan panyakit fibrokistik sebagai “Suatu keadaaan di mana di temukan adanya benjolan yang teraba pada payudara yang umumnya berhubungan dengan rasa nyeri yang berubah-ubah karena pengaruh siklus menstruasi dan menjadi memburuk sampai saat menopause”.(4)
Kelompok penyakit ini sering mengganggu ketentraman penderita karena kecemasan akan keluhan nyerinya. Dari suatu simposium di Southampton, Inggris tahun 1987 dinyatakan : Suatu kondisi yang umum di sebut penyakit fibrokistik peyudara akan menjadi suatu problem klinis untuk abad yang akan datang. Pada pasien hal ini akan disebabkan dari perasaan tidak enak serta rasa cemas yang menyertainya dan mempengaruhi kualitas hidup pasien.(4)
Beberapa bentuk kelainan fibrokistik mengandung risiko untuk berkembang menjadi karsinoma payudara, tetapi umunya tidak demikian.(3,4) Bila ada keraguan terutama bila pada massa tersebut teraba bagian yang konsistensinya berbeda, perlu dilakukan biopsi. Nyeri yang hebat dan berulang atau pasien yang khawatir dapat pula menjadi indikasi untuk dilakukan eksisi kelainan tersebut untuk meyakinkan pasien tersebut. (3)
Tumor pada jenis kelainan fibrokistik ini umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter. Konsistensi padat kenyal dan dapat pula kistik. Jenis yang padat, kadang-kadang sukar dibedakan dengan kanker payudara dini. Kelainan ini dapat juga di jumpai pada massa tumor yang nyata, hingga jaringan payudara teraba padat, permukaan granular. Kelainan ini dipengaruhi oleh faktor hormonal atau terjadi suatu gangguan keseimbangan hormonal.(5)