"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label MAMMAE. Show all posts
Showing posts with label MAMMAE. Show all posts

Monday, 27 April 2015

REFRESH CARSINOMA MAMMAE / KANKER PAYUDARA BY HERRY SETYA YUDHA UTAMA

BAB I
TINJAUAN PUSTAKA


1.1. Embriologi

         Payudara merupakan suatu kelompok kelenjar-kelanjar besar yang berasal dari epidermis, yang terbungkus dalam fascia yang berasal dari dermis, dan fascia superficial  dari permukaan ventral dada.  Puting susu sendiri merupakan suatu proliferasi lokal dari stratum spinosum epidermis. 

Selama bulan kedua kehamilan, dua berkas lapisan tebal ectoderm muncul  pada dinding depan tubuh terbentang dari aksila ke lipat paha. Dua berkas ini adalah milk line dan melambangkan jaringan kelenjar mamma yang potensial (Gambar 1.1). Pada manusia, hanya bagian pectoral dari berkasi ini yang akan menetap dan akhirnya berkembang menjadi kelenjar mamma dewasa. Kadang-kadang, jaringan payudara yang tersisa atau bahkan fungsional dapat muncul dari bagian lain dari milk line.1



Friday, 24 October 2014

UPDATE DISPLASIA MAMMAE DAN PENATALAKSANAAN

DISPLASIA MAMMAE


Dr. Herry Setya Yudha Utama, SpB., FInaCS, MHKes, ICS



DAFTAR ISI
Lembar pengesahan………………………………………………………………………………..i
Daftar isi………………………………………………………………………………………….ii
BAB I.                        PENDAHULUAN…………………………………………………………….......1
BAB II.           TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………………..3
BAB III.          KESIMPULAN…………………………………………………………………..10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………11






















BAB I
PENDAHULUAN

Penyakit fibrokistik merupakan kelainan payudara yang paling sering ditemukan pada wanita dan biasanya didapatkan pada wanita pada usia dekade 3 – 4. Penyakit fibrokistik lebih tepat di sebut kelainan fibrokistik. Pasien biasanya datang dengan keluhan pembesaran multipel dan sering kali payudara yang menstruasi di sertai pada rasa nyeri payudara bilateral terutama menjelang menstruasi. Ukuran dapat berubah yaitu menjelang menstruasi terasa lebih besar dan penuh dan rasa sakit bertambah, bila setelah menstruasi maka sakit hilang / berkurang dan tumor pun mengecil.(1-3)
Kelainan fibrokistik ini di sebut juga mastitis kronis kistik, hiperplasia kistik, mastopatia kistik, displasia payudara dan banyak nama lainnya. Istilah yang bermacam-macam ini menunjukkan proses epitelial jinak yang terjadi amat beragam dengan gambaran histopatologis maupun klinis yang bermacam-macam pula.(1-3)
Scanlon mendefinisikan panyakit fibrokistik sebagai “Suatu keadaaan di mana di temukan adanya benjolan yang teraba pada payudara yang umumnya berhubungan dengan rasa nyeri yang berubah-ubah karena pengaruh siklus menstruasi dan menjadi memburuk sampai saat menopause”.(4)
Kelompok penyakit ini sering mengganggu ketentraman penderita karena kecemasan akan keluhan nyerinya. Dari suatu simposium di Southampton, Inggris tahun 1987 dinyatakan : Suatu kondisi yang umum di sebut penyakit fibrokistik peyudara akan menjadi suatu problem klinis untuk abad yang akan datang. Pada pasien hal ini akan disebabkan dari perasaan tidak enak serta rasa cemas yang menyertainya dan mempengaruhi kualitas hidup pasien.(4)
Beberapa bentuk kelainan fibrokistik mengandung risiko untuk berkembang menjadi karsinoma payudara, tetapi umunya tidak demikian.(3,4) Bila ada keraguan terutama bila pada massa tersebut teraba bagian yang konsistensinya berbeda, perlu dilakukan biopsi. Nyeri yang hebat dan berulang atau pasien yang khawatir dapat pula menjadi indikasi untuk dilakukan eksisi kelainan tersebut untuk meyakinkan pasien tersebut. (3)
Tumor pada jenis kelainan fibrokistik ini umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter. Konsistensi padat kenyal dan dapat pula kistik. Jenis yang padat, kadang-kadang sukar dibedakan dengan kanker payudara dini. Kelainan ini dapat juga di jumpai pada massa tumor yang nyata, hingga jaringan payudara teraba padat, permukaan granular. Kelainan ini dipengaruhi oleh faktor hormonal atau terjadi suatu gangguan keseimbangan hormonal.(5)

Friday, 2 November 2012

BREAST CANCER AT AGLANCE



INTRODUCTION
1.1. Background
Breast cancer is a malignant tumor derived from cells located in the breast. -Lobular breast consists of lobules, ducts, fatty and connective tissue, blood and lymph vessels. In general, cancer originating from the cells contained in the ducts, some of which came from the lobular and other tissues.
Breast cancer is a malignancy that affects nearly one-third of all malignancy found in women. Breast cancer is also the second leading cause of death after cervical cancer in women as well as occupying the highest incidence of all malignancies. Each year, more than one million new cases of breast cancer are diagnosed worldwide, and nearly 400,000 people will die from the disease. By 2003, breast cancer is the cancer with the highest incidence of 2 in Indonesia and there is a trend from year to year, the incidence is increasing, and as well as in western countries. The incidence of breast cancer in the United States 92/100.000 women per year with a high mortality 27/100.000 or 18% of the deaths were found in women. In Indonesia by "Pathological Based Registration" relative incidence of breast cancer has 11.5%. Indonesia has the incidence is estimated at a minimum of 20,000 new cases per year; with the fact that over 50% of cases are still in the advanced stages.
There are so many risk factors that can lead to the development of breast cancer. Statistically the risk of breast cancer in women increased in nullipara, early menarche, late menopause and in women who are pregnant her first child at the age of 30 years. A total of less than 1% of breast cancers occur in less than 25 years of age, after the age of 39 years the incidence increased rapidly. The highest incidence is found in the age of 45-50 years. While breast cancer in men in the epidemiology of less than 1% of all breast cancers.