PENDAHULUAN
Dibawakan pada Seminar Trauma 26 Oktober 2013 di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon
I.I
Latar Belakang
Trauma adalah cedera fisik dan psikis, kekerasan yang mengakibatkan
cedera. Trauma pada abdomen dapat di bagi menjadi dua jenis. Trauma penetrasi
dan Trauma non penetrasi.
Pukulan langsung,
misalnya kena pinggir bawah stir mobil atau pintu yang masuk (intruded) pada
tabrakan kendaraan bermotor, dapat mengakibatkan cedera tekanan atau tindasan
pada isi abdomen. Kekuatan ini merusak bentuk organ padat atau berongga dan
dapat mengakibatkan ruptur, khususnya pada organ yang menggembung (misalnya
uterus yang hamil), dengan perdarahan sekunder dan peritonitis. Shearing
injuries pada organ isi abdomen merupakan bentuk trauma yang dapat terjadi bila
suatu alat penahan (seperti sabuk pengaman jenis lap belt atau komponen sabuk
bahu)dipakai dengan cara yang salah.
Penderita yang cedera
dalam tabrakan kendaraan bermotor juga dapat menderita cedera deceleration
karena gerakan yang berbeda dari bagian badan yang bergerak dan yang tidak
bergerak, pada hati dan limpa yang sering terjadi (organ bergerak) ditempat
jaringan pendukung (struktur tetap) pada tabrakan tersebut. Pada penderita yang
dilakukan laparatomi oleh karena trauma tumpul (blun injury), organ yang paling
sering cedera, adalah limpa (40 – 55%), hati (35 – 45%)dan hematoma
retroperitoneum (15%).
I.2 Batasan Masalah
Referat ini membahas tentang
anatomi abdomen, definisi, etiologi, patofisiologi, klasifikasi, diagnosis, dan
penatalaksanaan trauma abdomen.
I.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan referat ini
adalah:
1.
Memahami
mengenai anatomi abdomen.
2.
Memahami mengenai trauma abdomen.
3.
Meningkatkan kemampuan menulis ilmiah di
dalam bidang kedokteran khususnya bagian ilmu bedah.
4.
Memenuhi salah satu syarat kelulusan
Kepaniteraan Klinik Senior di Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas
YARSI dan RSUD Arjawingaun.
I.4 Metode
Penulisan
Penulisan referat ini menggunakan metode tinjauan
pustaka dengan mengacu kepada beberapa literatur.
