"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label DAN. Show all posts
Showing posts with label DAN. Show all posts

Wednesday, 25 February 2015

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN ULKUS DIABETIKUM


                                                           
DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN
ULKUS DIABETIKUM

EPIDEMIOLOGI

Prevalensi ulkus pada penduduk berkisar antara 2 - 10 %, sebenarnya hanya sebagian kecil persoalan kaki kemudian berlanjut sampai memerlukan amputasi tungkai bawah. Sebagian besar dapat diselamakan dengan pengelolaan yang cermat. Sedangkan di Indonesia, prevalensi ulkus diabetikum pada populasi jarang dilaporkan. Di Jakarta, pada survey populasi pada tahun 1983 didapatkan angka prevalensi tukak/bekas tukak sebesar 2,4 %. Di Poliklinik Endokrin RS Dr Kariadi Semarang dari data yang dikumpulkan mulai bulan Januari 2001 sampai Juni 2002 didapatkan 4 % pasien DM yang dirujuk ke poliklinik endokrin RS ini, mengalami komplikasi makroangiopati berupa ulkus diabetikum.
Diabetes mellitus adalah sebagai penyebab utama amputasi ekstremitas bawah non traumatik di Amerika Serikat. Amputasi kaki karena diabetes merupakan 50 % total amputasi di Amerika Serikat. Sedangkan data di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta angka amputasi masih sangat tinggi, yaitu sebesar 23 %.Nasib pasien yang sudah mengalami amputasi pun tidaklah menggembirakan. Data dari seluruh rumah sakit di Negara bagian California menunjukkan 13 % di antara mereka yang sudah diamputasi akan memerlukan tindakan amputasi lagi dalam jangka 1 tahun. Didapatkan pula bahwa 30- 50 % pasien yang telah diamputasi akan memerlukan tindakan amputasi kaki sebelahnya dalam jangka 1-3 tahun. Sedangkan dari data RSUPN Cipto Mangunkusumo nasib penderita ulkus diabetikum yang diamputasi juga tidak menggembirakan. Dalam 1 tahun pasca amputasi 14,8 % meninggal dan meningkat 37 % pada pengamatan 3 tahun.





Tuesday, 10 February 2015

jakarta banjir dan kebanjiran

kapan yah jakarta bebas banjir dan periode siapa ? jakarta bebas banjir mungkin hanya ada dalam mimpi . ada 54 titik banjir yang bisa menenggelamkan mobil sedan. banyak yng mogok

Wednesday, 2 July 2014

TELPON DAN SMS GRATIS GRUP MEMBER HERRY SETYA YUDHA UTAMA

KARTU GSM SAKTI AND AJAIB.   Mari bergabung dengan kami KARTU PERDANA  DARI KAMI (jadi MEMBER). DAPAT FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS SEUMUR HIDUP  bila beli paket bisnis  punya hak bisnis bisa dpt cash back  uang, HP, Voucher kursus bah inggris sampe bisa,BIMPAY PLN TELKOM PDAM .Hak jual di on line Shoping , hadiah motor , mobil ,rumah Paket FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS SEUMUR HIDUP ini sudah berlaku di Amerika dan KaNaDA, SAYA sudah pake tp awalnya  saya juga  ga percaya. PAKET PAKET yg tersedia: 1. PAKET standar. FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS SEUMUR HIDUP. PAket ini bukan paket Bisnis, Nomor  ga bisa milih Harga Rp 75.000 2. Paket standart Up . FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS SEUMUR HIDUP. No bisa milih  no berurutan. Minimal beli  2 buah .Harga per satu .Rp 100.000 ( 2 kartu Rp 200.000 saja PAket ini bukan paket Bisnis, 3.PAket standar UP cantik FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS SEUMUR HIDUP. Nomor cantik spt no Triplle dibelakang 08,,,,,,,XXX Harga per Kartu Rp 250.000 PAket ini bukan paket Bisnis, 4. Paket BISNIS 1: NOmor yg tersedia  . FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS dpt paket bisnis.  punya hak bisnis  dpt uang, HP,Voucher kursus bah inggris sampe bisa,BIMPAY .Hak jual di on line Shoping ,hadiah motor , mobil ,rumah Harga Rp 170.000 5. Paket BINIS II (paket pasangan VIP) . : FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS . No bisa milih  nomor  berurutan Minimal beli  2 buah  dapat Hak bisnis   bisa mendapatkan  uang dll, HP, Voucher kursus bahinggris , BIMPAY .Hak jual di on line Shoping ,hadiah motor , mobil ,rumah. Pelatihan2 manajemen bisnis sbg member .  Harga per satu Kartu.Rp 200.000 ( 2 kartu Rp 400.000 saja 6.PaKET BISNIS III paket VVIP   NomoR cantik bisa  milih nomor , FASILITAS  GRATIS NELPON DAN  SMS SEUMUR HIDUP HAK  BIsnis paket bisns Harga Rp 500.000 per satu KARTU INFO LEBIH LANJUT HUB : SENJA 081298168017, DANI 081321637322, 087878452910 MEY 082214320391 BOZ 081321637172. MaHMOD 081315920433 RUJITRA 089689431105.

Monday, 24 March 2014

DASAR DASAR PEMERIKSAAN FISIK DAN ANAMNESA BEDAH

 DASAR DASAR PEMERIKSAAN FISIK DAN ANAMNESA BEDAH

saya herry setya yudhautama sharing pengetahuan dasarilmu bedah mudah mudahan berguna untuk para peminat ilmu bedah. yang saya sarikan dari beberapa buku yaitu :



Simtomatologinya dan tanda-tanda gangguan bedah yang bisa hadir electively Penyajian dan temuan fisik darurat bedah

Ambil riwayat pasien dengan gangguan bedah: belajar dari pengalaman bagaimana menjalin hubungan dengan pasien
Saat Memeriksa pasien dengan gangguan bedah:kepala dan leher, dada, perut, kaki dan alat kelamin Lakukan pemeriksaan rektal bawah pengawasan Acquire keterampilan dan pengalaman dalam melakukan prosedur klinisumum, spt penyisipan infus, penyisipan tabung nasogastrik, suntikan, menyiapkan menetes, kateterisasi kandung kemih(pria dan wanita)

Penguasaan keterampilan klinis berbeda dari mengetahui bagaimana berbagai tugas klinis dilakukan. Keahlian ini memiliki beberapa komponen, termasuk kemampuan untuk:
·      berkomunikasi secara  efisien dengan pasien dan rekan;
·      mendeteksi tanda-tanda fisik yang abnormal, misalnya hati yang membesar, nyeri lepas;
·      mengenali situasi akut dan mengancam nyawa;
·      melakukan prosedur klinis umum dengan kemampuan;
·      mengkonfirmasi normalitas .
Tidak ada  pengetahuan ensiklopedik yang diperoleh dari membaca dan kuliah dapat menyampaikan kompetensi klinis. Persyaratan untuk kemampuan sebagai dokter adalah pengetahuan inti umum gangguan medis dan bedah dan kompetensi klinis penuh. Penyakit langka dan tidak jelas akan dihadapi oleh setiap dokter .

Presentasi klinis
Pasien datang dalam dua cara:                                      
·      electively, dengan gejala kronis dengan durasi variabel, atau
·      akut, dengan gangguan yang mengancam nyawa.
Jalur yang terlibat dalam pengelolaan keduanya sangat berbeda.
Dalam elektifdingin) situasi, hasil bedah seperti yang ditunjukkan pada Tabel. Jika perawatan bedah diperlukan, pasien biasanya diletakkan pada daftar tunggu atau diberi tanggal untuk operasi pada saat wawancara rawat jalan. Sebuah sistem prioritas berdasarkan tingkat keparahan penyakit diadopsi dalam menentukan mana pasien dioperasi segera setelah diagnosis dikonfirmasi. Dengan demikian pasien dengan kanker diutamakan atas pasien dengan hernia inguinalis tidak rumit. Pasien kanker menjalani proses pementasan oleh penyelidikan yang tepat berdasarkan TNM (tumor, node regional, metastasis jauh) sistem sebelum pengobatan yang relevan dipilih. Proses pementasan ini mempengaruhi manajemen dalam beberapa cara. Pada beberapa pasien, penyakit ini ditemukan dioperasi, ketika pengobatan non-bedah (kemoterapi, radioterapi) dapat digunakan. Pada orang lain, penyakit, meskipun beroperasi, maju dan terapi adjuvan (endokrin, kemoterapi, radioterapi) sebelum atau setelah operasi diperlukan selain pemusnahan bedah dari tumor primer. Staging (klinis dan patologis) adalah juga yang terbaik secara keseluruhan panduan untuk prognosis pada pasien individu.

Saturday, 25 January 2014

FILARIASIS DIAGNOSA DAN TATALAKSANAAN

PRESENTASI KASUS

I.             IDENTITAS

Nama                           :  Ny. F
Umur                           :  19 tahun
Jenis kelamin               :  Perempuan
Agama                         :  Islam
Pekerjaan                     :  -
Alamat                        :

II.          ANAMNESIS
Keluhan Utama        :  Kedua kaki membesar
         Keluhan Tambahan :  Pusing, sering merasa panas dingin.

Riwayat Penyakit Sekarang    :          
Pasien datang ke RSUD Arjawinangun dengan keluhan kedua kaki membesar. Keluhan ini dirasakan pasien sejak kurang lebih dua tahun yang lalu. Sebelum keluhan ini, tiga tahun yang lalu pasien pernah mengeluh bengkak seluruh badan. Pasien juga mengatakan sering mengeluh panas dingin dan merasa pusing.
Selama keluhan ini pasien pernah berobat ke dokter umum, namun keluhan masih dirasakan oleh pasien.

Riwayat Penyakit Dahulu       :
-          Pasien tidak pernah mengalami gejala penyakit yang sama sebelumnya.

Riwayat Penyakit keluarga     :          
-          Tidak ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama.

III.       PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis

Keadaan Umum       :  Tampak sakit sedang
Kesadaran                :  Compos mentis
Tanda vital               :  N            :  88 x/menit
                                    RR          :  22 x/menit
                                    S             :  37,0 ºC
                                    TD          :  120/80 mmHg
Kepala                      :  Normocephal.
Mata                         :  Konjungtiva       : Anemis -/-
                                    Sklera                 : Ikterik -/-
                                    Pupil                   : Bulat isokor
                                    Refleks cahaya   : +/+
Thorak
Cor                           :  Inspeksi        :  Iktus kordis tidak terlihat
                                    Palpasi          :  Iktus kordis tidak teraba
                                    Perkusi         :  Redup, batas jantung normal
                                    Auskultasi    :  BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo                       :  Inspeksi        :  Simetris, dalam keadaan statis dan dinamis.
                                    Palpasi          :  Vocal fremitus pada hemitoraks sebelah kiri teraba simetris.
                                    Perkusi         :  Sonor pada kedua hemitoraks.
                                    Auskultasi    :  ronki -/-, wheezing -/- 
Abdomen                 :  Inspeksi        :  Permukaan datar
                                    Palpasi          :  Supel, NT/NK/NL -/-/-, hepar dan lien tidak teraba membesar
                                    Perkusi         :  Timpani pada seluruh lapang abdomen
                                    Auskultasi    :  BU + normal
Ekstremitas              : Atas              : Ikterik -/-, Edema -/-, Sianosis -/-
                                   Bawah          : Ikterik -/-, Edema +/+, Sianosis -/-

Monday, 21 October 2013

TRAUMA ABDOMEN DAN PENATALAKSANAAN OLEH HERRY SETYA YUDHA UTAMA


PENDAHULUAN

Dibawakan pada Seminar Trauma 26 Oktober 2013 di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon

           I.I  Latar Belakang
Trauma adalah cedera fisik dan psikis, kekerasan yang mengakibatkan cedera. Trauma pada abdomen dapat di bagi menjadi dua jenis. Trauma penetrasi dan Trauma non penetrasi.
Pukulan langsung, misalnya kena pinggir bawah stir mobil atau pintu yang masuk (intruded) pada tabrakan kendaraan bermotor, dapat mengakibatkan cedera tekanan atau tindasan pada isi abdomen. Kekuatan ini merusak bentuk organ padat atau berongga dan dapat mengakibatkan ruptur, khususnya pada organ yang menggembung (misalnya uterus yang hamil), dengan perdarahan sekunder dan peritonitis. Shearing injuries pada organ isi abdomen merupakan bentuk trauma yang dapat terjadi bila suatu alat penahan (seperti sabuk pengaman jenis lap belt atau komponen sabuk bahu)dipakai dengan cara yang salah.
Penderita yang cedera dalam tabrakan kendaraan bermotor juga dapat menderita cedera deceleration karena gerakan yang berbeda dari bagian badan yang bergerak dan yang tidak bergerak, pada hati dan limpa yang sering terjadi (organ bergerak) ditempat jaringan pendukung (struktur tetap) pada tabrakan tersebut. Pada penderita yang dilakukan laparatomi oleh karena trauma tumpul (blun injury), organ yang paling sering cedera, adalah limpa (40 – 55%), hati (35 – 45%)dan hematoma retroperitoneum (15%).

I.2  Batasan Masalah
Referat ini membahas tentang anatomi abdomen, definisi, etiologi, patofisiologi, klasifikasi, diagnosis, dan penatalaksanaan trauma abdomen.

I.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan referat ini adalah:
1.      Memahami  mengenai anatomi abdomen.
2.      Memahami mengenai trauma abdomen.
3.      Meningkatkan kemampuan menulis ilmiah di dalam bidang kedokteran khususnya bagian ilmu bedah.
4.      Memenuhi salah satu syarat kelulusan Kepaniteraan Klinik Senior di Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dan RSUD Arjawingaun.

I.4  Metode Penulisan
Penulisan referat ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengacu kepada beberapa literatur.



TRAUMA THORAX DAN PENATALAKSANAANNYA OLEH HERRY SETYA YUDHA UTAMA


PENDAHULUAN 

Dibawakan pada Seminar Trauma 26 Oktober 2013 di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon

          Thorax dapat didefinisikan sebagai area yang dibatasi di superior oleh thoracic inlet dan inferior oleh thoracic outlet; dengan batas luar adalah dinding thorax yang disusun oleh vertebra torakal, iga-iga, sternum, otot, dan jaringan ikat.
Rongga thorax dibatasi dengan rongga abdomen oleh diafragma. Rongga thorax dapat dibagi ke dalam dua bagian utama, yaitu : paru-paru (kiri dan kanan) dan mediastinum. Mediastinum dibagi ke dalam 3 bagian: superior, anterior, dan posterior. Mediastinum terletak diantara paru kiri dan kanan dan merupakan daerah tempat organ-organ penting thorax selain paru-paru (yaitu: jantung, aorta, arteri pulmonalis, vena cavae, esofagus, trakhea, dll.).
Thoracic inlet merupakan “pintu masuk” rongga thoraks yang disusun oleh: permukaan ventral vertebra torakal I (posterior), bagian medial dari iga I kiri dan kanan (lateral), serta manubrium sterni (anterior). Thoracic inlet memiliki sudut deklinasi sehingga bagian anterior terletak lebih inferior dibanding bagian posterior. Manubrium sterni terletak kira-kira setinggi vertebra torakal II. Batas bawah rongga thoraks atau thoracic outlet (pintu keluar thoraks) adalah area yang dibatasi oleh sisi ventral vertebra torakal XII, lateral oleh batas bawah iga dan anterior oleh processus xiphoideus.

Sunday, 7 October 2012

authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI LEMAH DALAM PENGAWASAN

authority and power tends to corrupt especially minimal supervision.  authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN,,,,,,,   authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN,,,,,,,   authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN,,,,,,,,authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASANauthority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN,,,,,,,,,,,authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN,,,,,, authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN.......authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN........authority and power tends to corrupt especially minimal supervision / KEWENANGAN DAN KEKUASAAN CENDERUNG DISELEWENGKAN APALAGI  LEMAH DALAM PENGAWASAN

Saturday, 6 October 2012

VIEWED FROM ABORTION LEGAL ASPECTS OF POPULATION, REPRODUCTIVE RIGHTS AKI AND WOMEN / ABORSI DITINJAU DARI ASPEK HUKUM KEPENDUDUKAN, AKI DAN HAK REPRODUKSI WANITA


VIEWED FROM ABORTION LEGAL ASPECTS OF POPULATION, REPRODUCTIVE RIGHTS AKI AND WOMEN

I. INTRODUCTION The issue of abortion is already referred to in Law No. 23/1992 but it is not going to be material to the issue of deployment. Perhaps because disguised in terms of a particular medical treatment or because the law was born in the days of authoritarian government that no one dared bereaksi.Istilah certain medical procedures became unclear because certain medical procedures that are not described, but vague. Actually, Law No. 23/1992 was intended to carry out the legalization of abortion, with certain conditions.Abortion is part of the pregnant woman bleeding in the first trimester. Bleeding like this is a situation that is not normal and should be wary of. As for the types of bleeding in early pregnancy a woman's age (less than 3 months are as follows: 1. Abortion (miscarriage). 2. Blighted ovum. 3. Pregnant wine (hydatidiform mole). 4. Pregnancy outside the womb (KET: Ectopic Pregnancy disturbed). Abortion is bleeding from the womb of a pregnant woman which for whatever reason, then the pregnancy is fall in and out of the womb with blood. usually accompanied by lower abdominal pain as knead and sore. Abortion subdivided into SAB caused by physical conditions dropped, hormonal   

Tuesday, 28 August 2012

LITERATUR REVIEW : Penatalaksanaan Trauma Spinal dan Cedera Cervikal


Penatalaksanaan Trauma Spinal dan Cedera Cervikal

II. 1. ANATOMI
Tulang belakang manusia adalah pilar atau tiang yang berfungsi sebagai penyangga tubuh dan melindungi sumsum tulang belakang. Pilar itu terdiri atas 33 ruas tulang belakang yang tersusun secara segmental yang terdiri atas 7 ruas tulang servikal (vertebra servikalis), 12 ruas tulang torakal (vertebra torakalis), 5 ruas tulang lumbal (vertebra lumbalis), 5 ruas tulang sakral yang menyatu (vertebra sakral), dan 4 ruas tulang ekor (vertebra koksigea). Setiap ruas tulang belakang dapat bergerak satu dengan yang lain oleh karena adanya dua sendi di posterolateral dan diskus intervertebralis di anterior. Pada pandangan dari samping pilar tulang belakang membentuk lengkungan atau lordosis di daerah servikal, torakal dan lumbal. Keseluruhan vertebra maupun masing-masing tulang vertebra berikut diskus intervertebralisnya bukanlah merupakan satu struktur yang mampu melenting, melainkan satu kesatuan yang kokoh dengan diskus yang memungkinkan gerakan antar korpus ruas tulang belakang. Lingkup gerak sendi pada vertebra servikal adalah yang terbesar. Vertebra torakal berlingkup gerak sedikit karena adanya tulang rusuk yang membentuk toraks, sedangkan vertebra lumbal mempunyai ruang lingkup gerak yang lebih besar dari torakal tetapi makin ke bawah lingkup geraknya makin kecil.
4, 5
Secara umum struktur tulang belakang tersusun atas tiga kolom, yaitu :
1.      Kolom anterior, terdiri atas ligamentum longitudinal anterior, dua per tiga corpus vertebra, dan diskus intervertebralis bagian anterior
2.      Middle column, terdiri atas corpus vertebrae bagian posterior, diskus intervertebralis bagian posterior, ligamentum longitudinal posterior, ligamentum lateral
3.      Kolom posterior, terdiri atas pedikel, lamina dan prosesus spinosus, ligamentum flavum, ligamentum interspinosus, ligamentum supraspinosus, serta kapsul sendi.

Thursday, 23 August 2012

SEKILAS TENTANG PRINSIP PRINSIP BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI


SEKILAS TENTANG BEDAH PLASTIK DAN REKONSTRUKSI
Operasi bidang bedah plastik, meskipun dianggap sebagai teknik yang berorientasi khusus, sebenarnya bidang pemecahan masalah.  seorang ahli bedah plastik memungkinkan dia untuk melihat masalah bedah dalam kacamata yang berbeda dan memilih dari berbagai pilihan untuk memecahkan masalah bedah.  bedah plastik dengan pelatihan yang luas, dan sebagian besar telah menyelesaikan residensi di bidang bedah umum,.
            Prinsip-prinsip dasar operasi plastik adalah analisis yang cermat dari masalah bedah, perencanaan yang cermat prosedur, teknik yang tepat, dan penanganan atraumatic jaringan. Perubahan, cakupan, dan transfer kulit dan jaringan terkait adalah prosedur yang paling umum dilakukan. Operasi plastik mungkin menangani penutupan luka bedah-luka terutama bandel seperti yang terjadi pasca radiasi atau buruk penyembuhan luka dalam pemindahan pasien immunocompromised-tumor kulit, perbaikan cedera jaringan lunak atau luka bakar, koreksi yang diakuisisi atau cacat bawaan dari payudara,
atau perbaikan cacat kosmetik. Operasi di kepala dan leher dan tangan bedah mungkin membutuhkan pelatihan khusus.      



Thursday, 2 August 2012

TRAUMA THORAKS DAN KEGAWATDARURATAN THORAKS


\
TRAUMA THORAKS  DAN  KEGAWATDARURATAN THORAKS

Trauma Thoraks
Pendahuluan
 Dalam thorax terdapat organ penting yaitu jantung dan paru .Fungsi jantung dan pernapasan penting bagi kelangsungan hidup segera dan pemeliharaan dari semua sistem lainnya dalam tubuh.  fungsi tubuh digantikan oleh alat-alat buatan dalam menanggulangi trauma.. Kira-kira 60% dari semua kasus trauma thoraks mayor akan meninggal dengan segera atau sebelum mencapai rumah sakit dan trauma thoraks meliputi sekitar 25% dari semua kematian yang terkait dengan trauma. Cedera yang terjadi biasanya bersamaan dengan system dan bagian tubuh yang lain  dan dapat meningkatkan angka kematian. Sebagai contoh, bagi pasien yang dapat mencapai rumah sakit dalam keadaan hidup, angka kematian bagi trauma thoraks yang biasanya hanya 4-8 % meningkat menjadi 10-15 v% bila terdapat cedera system organ lain dan menjadi 35 % bila melibatkan cedera system organ yang multiple




Insidens

Trauma thoraks terjadi sekitar 10% dari kasus trauma utama yang ada di unit keadaan darurat UK. Kecelakaan kendaraan bermotor menjadi satu-satunya penyebab terbesaa trauma thoraks dan merupakan 80% dari kasus trauma tumpul. Cedera penetrasi, terutama luka tusuk, meningkat frekwensinya tetapi sisa relatif jarang terjadi di UK yaitu sekitar 5-10% dari semua trauma thoraks walaupun terjadi perbedaan angka kejadian antar daerah . Di AS, bagaimanapun, timbulnya trauma thoraks penetrasi hampir sepadan dengan cedera akibat lalu lintas. Ini diakibatkan luka akibat tembakan dengan kecepatan rendah (< 600 m/s), cedera akibat tusukan juga umum terjadi. Di dalam populasi warga sipil, cedera akibat ledakan atau tembakan peluru dengan kecepatan jarang terjadi kecuali jika daerah tersebut dekat dengan teroris dan dalam kondisi perang saudara.

Wednesday, 1 August 2012

DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS EKSTRA PULMONAL / DIAGNOSIS AND TREATMENT OF EXTRA PULMONARY TUBERCULOSIS


Tulisan ini berjudul “EKSTRAPULMONAL TUBERKULOSA” ini , saya mengambil referensi dari literatur dan jaringan internet.,dalam proses penyelesaian karya tulis ini, juga untuk dukungannya baik dalam bentuk moril maupun dalam mencari referensi


1.SPONDILITIS TUBERKULOSA
I. Pendahuluan
Spondilitis tuberkulosa atau tuberkulosis spinal yang dikenal pula dengan nama Pott’s disease of the spine atau tuberculous vertebral osteomyelitis merupakan suatu penyakit yang banyak terjadi di seluruh dunia. Terhitung kurang lebih 3 juta kematian terjadi setiap tahunnya dikarenakan penyakit ini. Penyakit ini pertama kali dideskripsikan oleh Percival Pott pada tahun1779 yang menemukan adanya hubungan antara kelemahan alat gerak bawah dengan kurvatura tulang belakang, tetapi hal tersebut tidak dihubungkan dengan basil tuberkulosa hingga ditemukannya basil tersebut oleh Koch tahun 1882,sehingga etiologi untuk kejadian tersebut menjadi jelas.
Di waktu yang lampau, spondilitis tuberkulosa merupakan istilah yang dipergunakan untuk penyakit pada masa anak-anak, yang terutama berusia 3 – 5tahun. Saat ini dengan adanya perbaikan pelayanan kesehatan, maka insidensi usiaini mengalami perubahan sehingga golongan umur dewasa menjadi lebih sering terkena dibandingkan anak-anak.
Terapi konservatif yang diberikan pada pasien tuberkulosa tulang belakang sebenarnya memberikan hasil yang baik, namun pada kasus – kasus tertentu diperlukan tindakan operatif serta tindakan rehabilitasi yang harus dilakukandengan baik sebelum ataupun setelah penderita menjalani tindakan operatif.
II. Epidemiologi
Insidensi spondilitis tuberkulosa bervariasi di seluruh dunia dan biasanya berhubungan dengan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia serta kondisi sosial di negara tersebut. Saat ini spondilitis tuberkulosa merupakan sumber morbiditas dan mortalitas utama pada negara yang belum dan sedang berkembang, terutama di Asia, dimana malnutrisi dan kepadatan penduduk masih menjadi merupakan masalah utama. Pada negara-negara yang sudah berkembang atau maju insidensi ini mengalami penurunan secara dramatis dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Perlu dicermati bahwa di Amerika dan Inggris insidensi penyakit ini mengalami peningkatan pada populasi imigran,tunawisma lanjut usia dan pada orang dengan tahap lanjut infeksi HIV (Medical Research Council TB and Chest Diseases Unit 1980). Selain itu dari penelitian juga diketahui bahwa peminum alkohol dan pengguna obat-obatan terlarang adalah kelompok beresiko besar terkena penyakit ini.

DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN FRAKTUR TULANG WAJAH ( LE FORT FRACTURE)


FRAKTUR LE FORT
I.                   PENDAHULUAN
Fraktur adalah hilang atau putusnya kontinuitas jaringan keras tubuh. Fraktur maksilofasial adalah fraktur yang terjadi pada tulang-tulang wajah yaitu tulang frontal, temporal, orbitozigomatikus, nasal, maksila dan mandibula. Fraktur maksilofasial lebih sering terjadi sebagai akibat dari faktor yang datngnya dari luar seperti kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja , kecelakaan akibat olah raga dan juga sebagai akibat dari tindakan kekerasan. Tujuan utama perawatan fraktur maksilofasial adalah rehabilitasi penderita secara maksimal yaitu penyembuhan tulang yang cepat, pengembalian fungsi okuler, fungsi pengunyah, fungsi hidung, perbaikan fungsi bicara, mencapai susunan wajah dan gigi-geligi yang memenuhi estetis serta memperbaiki oklusi dan mengurangi rasa sakitakibat adanya mobilitas segmen tulang.
Wajah dapat dibagi menjadi tiga daerah (sub-unit), setiap daerah memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Sub-unit paling atas terdiri dari tulang frontal yang secara prinsip berfungsi berfungsi sebagai 

Tuesday, 28 February 2012

DIAGNOSIS,MANAGEMENT OF LEPROSY DISEASE AND SURGICAL RECONSTRUCTION / diagnosa dan penataksanaan kusta serta rekontruksi bedah

INTRODUCTION

On the day of leprosy worldwide was falling on January 25, Indonesia was in the position of the 3rd world for new leprosy cases. The position of the two major populated by India and Brazil. The public stigma of leprosy is still not good where leprosy is a curse or karma disease. Leprosy recorded in Indonesia in 2010 showed as many as 17 200 new cases of leprosy and of that number as many as 1882 or about 10% in the second level of disability or handicap that is not visible, whereas in India the same year there were 126 600 new cases of leprosy sufferers, while Brazil there are 34 849 the new lepers. It is worried thing is as much as 1904 cases of leprosy in Indonesia suffered by children. This indicates that the transmission of leprosy still exists in society and the discovery of new cases there was delay. Ironic. The leaders scramble position and seat, while the people still continue to pick up from the development of leprosy.Here will be presented regarding the disease and how to handle and reconstruct the defect that caused the disease in the surgical field.



REVIEW REFERENCES




2.1. Definition of Leprosy. Leprosy is a chronic disease caused by the bacterium Mycobacterium leprae in the skin and peripheral nerves. Clinical manifestations of the disease varies greatly with the spectrum in between the two clinical forms of the lepromatous and tuberculoid. In patients with lepromatous leprosy attacks the type of upper respiratory tract and skin disorders-shaped nodules, papules, macules and in large quantities. In patients with tuberculoid type of leprosy skin lesions are usually single and rarely, the limit firmly lesions.

2.1.1. History of Disease Eradication Leprosy
According to the history of the eradication of leprosy in the world we can share in the three days are:
A. AncientLeprosy is known nearly 2000 years BC. It can be known from historical relics such as in Egypt, 1400 BC in India, the term leprosy was known in the Vedas, in China 600 BC, 400 BC in Mesopotamia.In the ancient times it has happened spontaneously exile people feel inferior and ashamed, as well as the public away from people because they feel disgusted and afraid.
2. Middle AgesAfter about the 13th century with the constitutional order and the prevailing feudal system in Europe resulted in the community is very obedient and fearful of the authorities and human rights do not receive attention. Similarly happened in the lepers who is usually a commoner. At that time the cause of diseases and drugs have not been found then the patient is more stringent and enforced exile living in Leprosaria / leper colony settlement for a lifetime.
3. Modern AgeWith leprosy germs ditemukannnya Amaeur by Gerhard Hansen in 1873, then begin a new era for the development of anti-leprosy drug seeking and mitigation efforts.Similarly in Indonesia dr. Sitanala has pioneered the treatment system changes that had been done in isolation, is gradually carried out by treatment of the road. Development of subsequent treatment were as follows:a. In 1951 used diamino Diphenyl sulfone (DDS) as a treatment for leprosy patients.b. In 1969 the eradication of leprosy began to be integrated in the clinic. c. Since 1982 Indonesia began using the drug combination of Multidrug Therapy (MDT) as recommended by WHO.