BAB I
PENDAHULUAN
Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa 1,5 m2 dengan berat kira-kira 15 % berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, seks, ras dan juga bergantung pada lokasi tubuh.
Kulit paling tipis di kelopak mata, penis, labium minor dan bagian medial lengan atas; sedangkan kulit tebal terdapat di telapak tangan dan kaki, punggung, bahu dan bokong. Organ tambahan (apendiks) kulitpun berbeda menurut tempatnya. Kelenjar sebasea paling banyak terdapat di muka, tetapi tidak ada di telapak kaki atau tangan, sementara kelenjar keringat terdapat di seluruh tubuh. Asam laktat dalam keringat dan asam amino hasil keratinisasi mempertahankan PH permukaan kulit antara 4-6 sehingga pertumbuhan bakteri terhambat. Namun beberapa jenis sterptokokus dan stafilokokus hidup komensal di kulit. Bakteri tersebut berada di lapisa keratin, muara rambut serta kelenjar sebasea.
Selain sebaga pelindung terhadap cedera fisik, kekeringan, zat kimia, kuman penyakit dan radiasi, kulit juga berfungsi sebagai pengindera, pengatur suhu tubuh dan ikut mengatur peredaran darah. Pengaturan suhu dimungkinkan oleh adanya jaringan kapiler yang luas di dermis (vasodilatasi dan vasokonstriksi), adanya lemak subkutan dan kelenjar keringat. Keringat yang menguap di kulit akan melepaskan panas tubuh yang dibawa ke permukaan oleh kapiler. Berkeringat ini juga menyebabkan tubuh kehilangan air, yang dapat mencapai beberapa liter sehari. Faal perasa dan peraba dijalankan oleh ujung saraf sensoris VaterPacini, meissner, krause dan ruffini yang terdapat di dermis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. ANATOMI KULIT
Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan utama yaitu :
1. Lapisan epidermis atau kutikel
2. Lapisan dermis (Korium, kutis vera, true skin)
3. Lapisan subkutis (hipodermis)
Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis, subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adanya seldan jaringan lemak.
1. Lapisan Epidermis
Gambar 1. Lapisan Epidermis