"A Man can't make a mistake can't make anything"

Friday, 24 October 2014

KISTA BACKER / KISTA BAKER / BACKER'S CYST OLEH HERRY SETYA YUDHA UTAMA

KISTA BACKER
Definisi
Kista Baker adalah Pembengkakakn yang disebabkan oleh cairan dari sendi lutut menonjol di bagian belakang lutut. Bagian lutut belakang disebut juga sebagai daerrah politeus lutut. Kista baker kadang disebut kista politeal. Ketika cairan berlebihan cairan membentuk kantung berisi cairan dari kista baker. Pemberian nama ini diilhami dari ahli bedah Inggris Morrant Baker. 2
Epidemiologi
            Prevalensi kista baker pada populasi secara umum tidak diketahui . namun insidennya meningkat dengan bertambahnya usia. Insiden tertinggi terjadi pada usia > 50 tahun dan sering ditemukan pada pasien dengan riwayat Osteoarthritis saat dilakukan pemeriksaan USG. Pada anak – anak, kista baker sangat jarang terjadi. Namun biasa lebih seering terjadi pada anak – anak laki laki dengan perbandingan 2 : 1 dengan insiden usia 4 – 7 tahun. Dan biasanya pada anak, kista baker dapat hilang secara spontan dan tidak perlu diadakan operasi.1









Gambar 1. Kista Popliteal
Etiologi
Kista baker diakibatkan oleh penumpukan cairan sendi yang terjebak, yang menonjol dari kapsul sendi di belakang lutut sebagai kantong yang menonjol. Kista baker biasanya disebabkan karena noninfeksius efusi lutut sekunder karena kondisi seperti meniscal tears, osteoarthritis, rheumatoid arthritis, trauma, synovitis ataupun pembedahan pada daereah lutut. 3
Patofisiologi
Lutut dibungkus dalam suatu membran kedap air yang bagian paling dalamnya disebut membran synovial. Membran tersebut mensekresi sejumlah kecil cairan yang disebut cairan synovial yang berfungsi sebagai pelumas dan nutrisi sendi. Ketika sendi mengalami iritasi atau trauma, membran synovial akan merespon dengan mensekresi cairan synovial dalam jumlah yang abnormal. Cairan tersebut nantinya akan mencari jalan kelutat melalui bagian paling lemah dari kapsul yang berada di bagian belakang dari lutut yang menyebabkan terbentuknya suatu massa yang disebut kista. Karen abagian belakanhg lutut disebut area popliteal, maka disebut juga kista popliteal atau kista baker.4







Gambar 2. Kista Baker
Gejala Klinis
Kista baker dapat tidak menimbulkan gejala. Namun pasien dapat mengeluh nyeri lutut atau rasa ketat atau tegang dibelakang lutut, terutama saat lutut dalam posisi ekstensi atau di fleksikan maksimal. Kista baker biasa terlihat sebagai benjolan di belakang saat sedang berdiri atau saat dibandingkan dengan lutu yang tidak terdapat kista baker. Saat diraba akan terasa lunak dan lembut. 3
            Perkembangan yang cepat dalam hal banyaknya dan tekanan dari  cairan dalam kista 
bisa membuatnya pecah. Cairan yang dilepaskan dari kista bisa membuat jaringan sekitarnya 
menjadi  meradang,  menghasilkan gejala yang mungkin seperti  thrombophlebitis.  Selain itu, Kista baker menonjol atau pecah bisa menyebabkan thrombophlebitis di vena popliteal (yang terletak di belakang lutut) dengan menekan vena.

Diagnosis 
            Diagnosa  dengan  menanyakan  pertanyaan  khusus  terhadap  gejala  dan  meraba  pembengkakan di belakang lutut  atau betis.  Ultrasound,  magnetic resonance imaging (MRI),  atau arthrography, kadang-kadang bisa membantu dalam diagnosa dan mendokumentasi sejauh mana kista berkembang.
            Diagnosa Kista Baker dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik. Namun karena gejala dari Kista Baker terkadang menyerupai penyakit lain seperti Deep Vein Thrombosis, Aneurysma atau tumor, dilakukan pemeriksaan penunjang seperti:
  1. USG
    Sangat membantu dalam mengevaluasi massa di poplitea. Pada USG dapat dibedakan 
    apakah massa tersebut berupa kista massa padat. 
Chatzopoulos et al menemukan bahwa Kista Baker sering ditemukan pada pasien 
dengan Osteoarthritis lutut dan berkaitan dengan inflamasi synovial.
Color Doppler Ultrasonography dapat mendeteksi aliran pembuluh darah diantara  massa tersebut untuk membedakannya dengan popliteal artery aneurysma. Pada kista  yang diakibatkan degenerasi pembuluh darah dari arteri poplitea, ditemukan gambaran kista multiple yang mengelilingi ukuran normal dari a. poplitea.  USG merupakan cara yang tercepat dan murah untuk mendeteksi Kista Baker.
  1. MRI
    Pada MRI, Kista Baker terlihat sebagai homogen, high-signal intensity, terdapat massa kistik di kondilus media femoralis; tipis dan berisi cairan diantara tendon kepala m. Gastrocnemius bagian medial dan m. Semimembrannosus






Gambar 3 & 4 : MRI Kista Baker
3.      Rontgen konvensional
            Terlihat adanya gambaran kalsifikasi, soft-tissue mass dan bone involvement. Terlihat adanya massa soft tissue di bagian posterio-medial sendi lutut. 
(antero-posterior radiograph lutut menunjukkan adanya kalsifikasi (tanda panah) pada medial  
Diagnosis Banding
1)    Deep Vein Thrombosis
DVT terjadi akibat adanya aliran darah lambat di vena (biasanya tungkai bawah) yang mengarah langsung ke jantung. Biasanya disebabkan oleh : vena stasis, aktivasi koagulasi darah, kerusakan vena. terjadi pada usia > 60 tahun. Apabila bekuan darah tersebut lepas ke sirkulasi (emboli) mengalir ke paru dapat menyebabkan emboli paru yang dapat menyebabkan kerusakan lebih berat bahkan kematian. 
Gejala DVT berupa kemerahan pada kaki, rasa nyeri, bengkak, dan teraba hangat saat 
disentuh.
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan : d- dimmer test, Doppler ultrasound.
2)    Popliteal Artery Aneurisma
Lokasi a. politea berada dibelakang lutut. Aneurysma (dilatasi dari arteri) dapat terjadi pada daerah tersebut. Penyebab aneurysma ini tidak diketahui dan jarang menimbulkan gejala sehingga baru diketahui pada saat pasien melakukan pemeriksaan fisik rutin. 
PAA sering terjadi pada usia > 50 tahun dan lebih sring terjadi pada laki-laki. 50% 
terjadi pada kedua kaki. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan dengan 
menggunakan USG untuk melihat besarnya dan lokasi bekuan darah. Karena 
terdapatnya keadaan abnormal dari pusaran aliran darah di dalam kantung aneurysma, terbentuk bekuan darah. Bekuan darah tersebut dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah atau lepas ke aliran darah. Gejalanya dapat berupa iskemi pada ekstremitas bawah yang menimbulkan claudication (rasa kesulitan, rasa sakit, rasa tidak nyaman saat berjalan namun hilang saat istirahat) atau iskemi berat akibat thrombus atau emboli. 
3)    Lipoma
Umum dijumpai, termasuk tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak. Benjolan 
lunak, berwarna kuning terang dan disekelilingi oleh kapsul yang tipis. Umumnya dapat digerakkan dari dasar dan tidak disertai nyeri. (nyeri timbul jika lipoma di tekan dan di pijat). Pertumbuhannya lambat dan tidak pernah mengalami perubahan menjadi ganas (meskipun type tumor ganas liposarkoma juga berasal dari jaringan lemak). 

Terapi
            Jika tidak menimbulkan gejala, kista baker tidak memerlukan pengobatan. Namun apabila pesien mengeluhkan gejala dapat dilakukan tatalaksana sebagai berikut :
  1. Non-medikamentosa
·      Istirahatkan kaki, hindari posisi berjongkok, mengangkat beban berat, berlari dan aktivitas yang mengakibatkan peregangan pada bagian posterior dari lutut.
·      Beri bantalan es atau bantalan hangat 
·      Kompresi dengan menggunakan balutan untuk mengurangi pembengkakan lutut
·      Elevasikan kaki

  1. Medikamentosa
·      NSAID sangat membantu apabila terjadi proses peradangan.
Ada dua jenis terapi yang dapat dilakukan untuk kista poplitea yang tidak hilang spontan atau tidak hilang setelah diberi pengobatan : non surgical dan surgical
A.   Nonsurgical Treatment 
Mengambil cairan dengan jarum suntik ( aspirasi ) dapat mengurangi ukuran kista. Kemudian kortison dapat disuntikkan ke daerah yang terkena untuk mengurangi peradangan. Injeksi intra-artikular glukokortikoid merupakan terapi yang sering dilakukan untuk mengatasi gejala dari osteoarthritis pada lutut dan Kista Baker. Injeksi tersebut terbukti efektif untuk terapi jangka pendek untuk arthritis yang sangat menyakitkan dan mengecilkan ukuran dari Kista Baker.
4 5
B.    Surgical
Tujuan pembedahan adalah untuk membuang kista dan memperbaiki lubang di lapisan sendi  tempat  kista menerobos.  Sayangnya,  sekitar  setengah dari  waktu kista kembali,  atau berulang,  setelah  dibuang.  Ahli  bedah  berhati-hati  ketika  menyarankan  operasi  untuk menghapus  poplitea  kista  karena  mereka  cenderung  akan  berulang.  Penyembuhan  sering permanen,  tetapi  mencegah  kembalinya  kista  tergantung  pada  keberhasilan  mengobati 
penyebab. Pembedahan memerlukan waktu satu jam untuk menyelesaikannya, dilakukan baik di bawah anestesi umum atau spinal anestesi.
Indikasi pembedahan: 
·      Ukuran kista terlalu besar
·      Mengganggu pergerakan
·      Komplikasi  yang  dapat  terjadi  setelah  pembedahan  adalah  infeksi  karena  insisi,  cedera pembuluh  darah,  cedera  saraf  yang  dapat  menyebabkan  rasa  baal  atau  mati  rasa  pada 
ekstremitas bawah.
4
Rehabilitasi setelah pembedahan:
·      Gunakan Kruk selama beberapa waktu
·      Hindari olahraga yang berat selama 6 bulan
·      Fisioterapi untuk memulihkan kekuatan otot kaki
Komplikasi
            Komplikasi dari kista baker jarang terjadi. Komplikasi yang sering terjadi adalah sepsis. Sepsis athritis dapat merupakan komplikasi saat pemberian injeksi Glukokortikoid dengan insiden terjadinya 1 : 3000 dan 1 : 50.000 (0,02 %). Walaupun sangat jarang terjadi, terdapat 20 laporan dari infeksi kista baker primer dalam literature yang paling banyak terjadi adalah infeksi sekunder dari Staphylococcus aereus. Mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan infeksi sekunder antara lain : Mycobacterium tubercolosis, Candida albicans, dan Streptococcus pneumoniae. Gejalanya muncul 3 – 4 hari setelah pemberian injeksi. Karena adanya hubungan secara anatomi antara kista baker dengan rongga synovial pada sendilutut, sehingga apabila terjadi sepsis berpontensi untuk menyebar. Ruptur dari kistaa baker tersebut akan menjadi abses.
            Penekanan akibat pembengkakan kista baker dapat menekan dan menutup jalan dari vena poplitea yang menyebabkan edema tungkai bawah dan deep vein thrombosis (DVT) apabila kista tersebut ruptur dan menyebabkan nyeri pada tungkai bawah, bengkak dan dan kemerahan. 3 4
Prognosis
            Ad vitam : Bonam
            Ad Functionam : Bonam
            Ad Sanationam : Dubia ad Bonam
            Kista baker dapat hilang secara spontan tanpa dilakukan tindakan medis apapun. Namun pada beberapa kasus dapat muncul kembali wapaulun telah dilakukan aspirasi maupun pembedahan.



DAFTAR PUSTAKA
1.     J. M Dinham, Carshalton. 1975. Poplyteal Cyst in Children The Case Against Surgery. The Journal of Bone an Join Surgery. Page 69
2.     Gonzales, David. 2011. Cystic Lession About the Knee. available at http://emedicine.medscape.com/article/1250593-overview. Accsess on September 08, 2014
3.     Lee, Dennis. 2011. Baker;s Cyst. Avalaible at http://medicinenet.com/baker_cyst/page2.htm. Accsess on September 08, 2014
4.     Bourdila, Phillipe. 2011. Poplyteal Cyst. Avalaible at http://www.genou.com/anglais/poplitealcyst/poplitealcyst.htm. Accsess on September 08, 2014


No comments:

Post a Comment