"A Man can't make a mistake can't make anything"
Showing posts with label EPIDURAL. Show all posts
Showing posts with label EPIDURAL. Show all posts

Saturday, 25 October 2014

ANASTESI REGIONAL UPDATE


DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................................................1
Daftar Isi.................................................................................................................................   2
BAB I     PENDAHULUAN…..............................................................................................   3
BAB II            TINJAUAN PUSTAKA     
2.1  Definisi…………………................................................................................................   4
2.2  Persiapan ………………………………………………..................................  4
            2.3  Keuntungan ….......................................................................................................4
            2.4  Kerugian ..……...……………...............................................................................5
            2.5 Klasifikasi ………………………………………….....….…................................5
                2.5.1 Blok sentral ……………........…...………………..........................................5
                        2.5.1.1 Anestesi spinal .....................................................................................5
                        2.5.1.2 Analgesia Epidural .............................................................................14
                        2.5.1.3 Analgesia Kaudal ...............................................................................17
               2.5.2 Blok Perifer     ................................................................................................ 20
                        2.5.2.1 Anestesi Lokal ....................................................................................20
                        2.5.2.2 Infiltrasi Lokal ....................................................................................24
                        2.5.2.3.Analgesia Permukaan .........................................................................24
                        2.5.2.4 Blok Lapangan .................................................................................. 24
                        2.5.2.5 Analgesia Regional Intravena ............................................................24
BAB III KESIMPULAN ....................................................................................................... 26
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................  27




PENDAHULUAN

setiap pasien yang akan menjalani tindakan invasif,seperti tindakan bedah akan menjalani prosedur anestesi. Anestesi sendiri secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh1
Obat Obatan untuk menghilangkan nyeri terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu analgetik dan anestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. Seseorang yang mengkonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri. Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar 3
 beberapa tipe anestesi, yang pertama anestesi total, yaitu hilangnya kesadaran secara total, anestesi lokal, yaitu hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh), anestesi regional yaitu hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya 3
Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi1







TINJAUAN PUSTAKA


2.1. DEFINISI
                  Anestesi regional adalah  hambatan impuls nyeri suatu bagian  tubuh sementara pada impuls saraf sensorik, sehingga impuls nyeri dari satu bagian tubuh diblokir untuk sementara (reversibel). Fungsi motorik dapat terpengaruh sebagian atau seluruhnya,tetapi pasien tetap sadar.2

Tuesday, 31 July 2012

Seri Bedah Saraf: Gambaran radiologi ( rontgen dan CT scan) dalam kelainan bedah saraf. / Series of Neurosurgery: Overview radiology (rontgen and CT scan) in the neurosurgical disorders.


Seri Bedah Saraf: Gambaran radiologi ( rontgen dan CT scan) dalam kelainan bedah saraf.
Dalam makalah ini gambarkan bagaimana peranan radiologi terutama ct scan dalam mendiagnosis kelainan-kelainan di bagian kepala khususnya bedah saraf.

Sebelum mengetahui gambaran radiologi kita mengenal dulu CT scan. CT scan (CAT scan) adalah noninvasif . Tes medis CT scan menggabungkan khusus x-ray peralatan dengan komputer yang canggih untuk menghasilkan beberapa gambar atau gambar bagian dalam dari tubuh. CT scan menyediakan lebih informasi tentang cedera kepala, stroke,tumor otak dan penyakit otak lainnya dari biasa radiografi (sinar X)
                                        
Apakah kegunaan  prosedurnya?
CT scan kepala biasanya digunakan untuk mendeteksi:
·         Perdarahan, cedera otak dan patah tulang tengkorak pada pasien dengan cedera kepala.
·         Perdarahan yang disebabkan oleh aneurisma pecah atau bocor dengan sakit kepala hebat   mendadak.

Wednesday, 18 July 2012

CIDERA KEPALA DIAGNOSA DAN PENATALAKSANAAN / DIAGNOSIS AND TREATMENT OF HEAD INJURY


BAB I
PENDAHULUAN

            Cedera kepala atau yang disebut dengan trauma kapitis adalah ruda paksa tumpul/ tajam pada kepala atau wajah yang berakibat disfungsi cerebral sementara. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama pada kelompok usia produktif, dan sebagian besar disebabkan karena kecelakaan lalu lintas.
            Adapun pembagian trauma kapitis ada lima, yaitu Simple head injury, Commotio cerebri, Contusion cerebri, Laceratio cerebri, dan Basis cranii fracture. Simple head injury dan Commotio cerebri sekarang digolongkan sebagai cedera kepala ringan. Sedangkan Contusio cerebri dan Laceratio cerebri digolongkan sebagai cedera kepala berat.
            Pada penderita cedera kepala harus diperhatikan pernafasan, peredaran darah, keadaan umum dan kesadaran. Tindakan resusitasi, anamnesa dan pemeriksaan fisik umum serta pemeriksaan neurologis harus dilakukan secara serentak. Tingkat keparahan cedera kepala harus segera ditentukan pada saat pasien tiba di Rumah Sakit.





BAB II
CEDERA KEPALA

2.1.   Anatomi
a.      Kulit Kepala
Kulit kepala terdiri dari 5 lapisan yang disebut SCALP yaitu; skin atau kulit, connective tissue atau jaringan penyambung, aponeurosis atau galea aponeurotika, loose connective tissue atau jaringan penunjang longgar dan pericranium.
b.      Tulang Tengkorak
Gambar 1. Tulang tengkorak