HIV (Human Immunodeficiency Virus) serta AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) saya suguhkan saat 1 desember hari AIDS se dunia mudah mudahan bermanfaat buat para pembaca.
Definisi
AIDS (Acquired Immunodeficiency
Syndrome) dapat diartikan sebagai kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan
oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human
Immunodeficiency Virus) yang termasuk
famili retroviridae. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.
SISTEM IMUNITAS TUBUH
Lingkungan
di sekitar manusia mengandung berbagai jenis unsur patogen, misalnya bakteri,
virus, fungus, protozoa dan parasit yang dapat menyebabkan infeksi pada
manusia. Infeksi yang terjadi pada orang normal umumnya singkat dan jarang
meninggalkan kerusakan permanen. Hal ini disebabkan tubuh manusia memiliki suatu
sistem yang disebut sistem imun yang memberikan respons dan melindungi tubuh
terhadap unsur-unsur patogen tersebut. Respons imun sangat bergantung pada
kemampuan sistem imun untuk mengenali molekul asing (antigen) yang terdapat
pada patogen potensial dan kemudian membangkitkan reaksi yang tepat untuk
menyingkirkan sumber antigen bersangkutan. Proses pengenalan antigen dilakukan
oleh unsur utama sistem imun yaitu limfosit yang kemudian diikuti oleh fase
efektor yang melibatkan berbagai jenis sel. Pengenalan antigen sangat penting
dalam fungsi sitem imun normal, karena limfosit harus mengenal semua antigen
pada patogen potensial dan pada saat yang sama ia harus mengabaikan
molekul-molekul jaringan tubuh sendiri. Untuk mengatasi hal itu, limfosit pada
seorang individu melakukan diversifikasi selama perkembangannya demikian rupa
sehingga populasi limfosit secara keseluruhan mampu mengenal molekul asing dan
membedakannya dari molekul jaringan atau sel tubuh sendiri.
Kemampuan
diversifikasi dimiliki oleh komponen-komponen sistem imun yang terdapat dalam
jaringan limforetikuler yang letaknya tersebar diseluruh tubuh, misalnya
didalam sumsum tulang, kelenjar limfe, limpa, thymus, sistem saluran nafas,
saluran cerna dan oragan-oragan lain. Sel-sel yang terdapat dalam jaringan ini
berasal dari sel induk (stem cell) dalam sumsum tulang yang berdiferensiasi
menjadi berbagai jenis sel, kemudian beredar dalam tubuh melalui darah, getah
bening serta jaringan limfoid dan dapat menunjukkan respons terhadap suatu
rangsangan sesuai dengan sifat dan fungsinya masing-masing. Rangsangan terhadap
sel-sel tersebut terjadi apabila kedalam tubuh masuk suatu zat yang oleh sel
atau jaringan tadi dianggap asing. Sistem imun dapat membedakan zat asing
(non-self) dari zat yang berasal dari tubuh sendiri (self). Pada beberapa
keadaan patologik, sistem imun tidak dapat membedakan self dari nonself
sehingga sel-sel dalam sistem imun membentuk zat anti terhadap jaringan
tubuhnya sendiri. Zat anti itu disebut autoantibodi.